...........
...........
Perahu kertasku kan melaju
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya
............
............


Nafasku semakin sesak..
Bantal yang menutupi wajahku sejak lima menit yang lalu ternyata tidak membuatku lebih baik. Aku lalu melemparnya tanpa tujuan. Sayup-sayup masih kudengar lantunan lagu "Perahu Kertas" yang suaranya seakan tertelan oleh derasnya hujan di luar sana. Aku masih diam, memandang langit-langit, kuning.. Sial.

Aku masih berharap suatu hari nanti akan ada seorang pria yang bisa menemukan mesin pengganti langit-langit kamar otomatis. Ya, otomatis berubah sesuai emosi yang sedang dirasakan pemiliknya, seperti yang sedang kurasakan saat ini.
Aku ingin langit-langitku berubah menjadi langit yang segera tertutup awan mendung menghitam yang dalam hitungan detik akan memuntahkan semua air yang dibawanya ke tubuhku disertai angin kencang dan kilatan-kilatan cahaya petir yang berlomba-lomba ingin menyentuhku disusul dengan gemuruh suaranya yang begitu angkuh menyapaku..
Aku tak akan lari, tak akan sembunyi! Karena semua masih dalam bentuk 3D+, tanpa perlu kacamata.

Aku dengan senang hati tentu saja bersedia menikah dengan sang pria penemu itu, tapi masalahnya tentu saja juga, apakah dia bersedia menikah denganku dan..

("`з´)_,/(>_<)
"Aaawww!! Sakiitt DI!?"
"So stop."
(ˇ_ˇ")

*tarik nafas*
Entah kapan saya bisa main film dengan scene seperti itu. Imajinasi yang mengambang disertai lagu yang membuat saya mengambang juga, bisa menimbulkan efek di luar dugaan (buat saya). Tapi, saya ini realistis kok. Pria penemu itu mungkin gak ada. Atau, kalaupun ada saya pasti sudah semakin bertambah tua menunggunya. Untuk itu, sebagai gantinya saya akan mencari pria yang bisa membuat saya tertidur di bahunya dikala kami sedang asyik memandang langit (yang gak terlalu cerah dan gak terlalu mendung, heh).
Kami sedang berada di belakang truk, di atas tumpukan jerami, tanpa bau tanpa binatang. Mobil kami tiba-tiba mogok di tengah jalan dan kami terpaksa menumpang truk yang lewat kalau kami tidak ingin kemalaman di jalan menuju sebuah desa di pinggiran New Zealand. Saya gak mau capek mendeskripsikan apa yang kami lihat sepanjang perjalanan, jadi..

nickface@mac.comnickface@mac.com

Iyaa, saya tau kamu mau tanya truknya di mana kan? Ya gak kelihatan lah. Kami lagi parkir di pinggir jalan. Supirnya mau buang air, heh. Nih..


Stop! Jangan tanya saya dan dia ada di mana! You have no right! :))
Daan, kami sampai!


Agak berantakan sih memang, maklum rumah ini baru akan kami tempati. Tapi, lihat deh halaman belakangnya..


Heheh.. Kami berdua duduk di situ seharian..

Ok cukup!
Saya sedang menikmati lantunan lagu "Perahu Kertas" yang sudah saya putar ulang lebih dari seratus kali, belum dua ratus kali. Sayang, pemutar musiknya gak punya tombol repeat. Jadi, saya harus bolak-balik pencet tombol play ketika saya sadar lagunya sudah habis. Maklum, saat ini saya sedang multi tasking di kantor. Kesadaran saya terbagi-bagi. Mungkin terbaca mustahil, di tahun 2013 ini masih ada pemutar musik yang gak punya tombol repeat. Mmm, atau saya yang gak bisa menemukan tombol repeat nya. Terserah lah yaa.

Saya bosaaaaaaaaaaaaaaaaan dengan pekerjaan sayaaaaaaaaaaaaaaaaa!!
 Щ(º̩̩́Дº̩̩̀ Щ)

Maaf ya tiba-tiba jeritnya walaupun gak kedengaran. Saya sedang belajar untuk lebih 'vokal' sekarang.
Suhh! Ini sebenarnya efek dari kebosanan yang sudah menahun hampir infeksi di dalam hati saya karena belum ada yang bisa saya lakukan. Imajinasi saya meradang. Yah setidaknya otak dan hati saya masih terus produktif.
Saya butuh pekerjaan baru, hidup baru. Saya ingin menempuh hidup baru..

Mohon untuk tidak berfikir ke arah sana, karena saya masih di sini.
Bukan hidup baru yang itu teman. Hidup baru jenis itu membutuhkan manusia tipe L. Saya belum ketemu L yang baru sedangkan L saya yang lama sudah... Sudahlah gak perlu dibahas :))

Saya serius. Tiga tahun terakhir kebosanan akan pekerjaan yang telah bertahun-tahun saya jalani berimbas kepada kehidupan saya yang lain. Ya walaupun hidup saya yang lain gak banyak juga selain kerja, eh.
So I pray, asking both of them and I got it, both, di atas kereta.

?
Inikah yang saya mau?
Enggak, bukan..
Bukan hidup jenis ini yang saya inginkan. Bahkan saya gak tau, apakah ini termasuk kategori hidup baru atau bukan. Mungkin ini pekerjaan baru, tapi bukan hidup baru buat saya. Saya mengabaikannya bahkan menolaknya. Tapi, kemudian ia kembali lagi. Satu tahun terlewati hanya untuk memikirkan semua kemungkinan yang akan terjadi bila saya menerimanya. Saya emang ribet, kompleks menghitung segala sesuatunya dari A-Z, plus dari 1-10. Berfikir terlalu jauh, padahal yang saya butuhkan cuma satu, niat.

"Cubit Adis!"
(┌_┐)

Niat gak sih saya? Kalau dari awal niat aja gak ada ya emang susah. Balikin telapak tangan juga gak bisa kan kalau gak niat? So simple, tapi tentu saja belum cukup. He eh, belum cukup.

Ok ok cukup, kali ini beneran cukup!
Tulisan ini bisa makin absurd kalau saya teruskan.
Da.



PS. Ini tulisan yang saya ambil dari note saya di facebook 21 Januari 2013.
Just so you know, I'm still the same person.. The lazy person.
:))

Happy New Year!


Happy New Year!!
Heheh, yea I know ini udah bulan Maret, tapi gpp dh. Saya kangen nulis, udah setahun lebih :(
Kalau saya tanya kabar kamu, saya masuk kategori gila gak ya?

Saya baik-baik saja. Sudah masuk usia 31, akhirnya punya pacar kembali setelah tahunan men-single (walaupun sekarang udah putus lagi, hahahah #keselek). Status terkini sebagai wanita single matang yang tinggal sendirian jauh dari keluarga di kota plat BM. Keren gak ya kira-kira kalau gitu?

Tahun depan saya bakal masuk usia 32. Tahun depannya lagi 33, depannya lagi 34, depannya lagi lagi 35, trus 36, truuss.. nambah truss sampai berapa saya gak tau. Sebenarnya saya bingung mau nulis apaan. Udah lama gak nulis, saya kehilangan kreatifitas, hahah #plak.

Ada 22 Bukan 20


Dalam dua hari terakhir, saya sudah melihat dua kali pula tulisan orang yang membeberkan fakta-fakta tentang dirinya. 20 facts about me, they wrote. 
Sepertinya ini petunjuk Allah agar saya mengerjakan hal yang sama, hahah. Aslinyaa, saya mau ikut-ikutan, pantang tak top. Eh atau bisa juga karena saya sedang berbaik hati. Mana taauu.. Mana tau aja ada orang yang lagi coba pedekate sama saya, tapi dia masih malu-malu ditambah lagi dia gak punya informasi apapun tentang saya, gak tau gimana mendekati saya, nah ini kan bisa jadi berkah buat dia dan semoga amal ibadah saya bisa bertambah karena udah bantuin dia tanpa dia sadari, heh.

Beberapa fakta udah pernah saya muat di blog ini, jadinya gak perlu saya ulang. Kalau kamu belum tau ada di mana, dicarilah yaaa, masa mau dikasi tau terus iisshh manja amat jadi orang. 
Sebenarnya kalau dua puluh itu terlalu sedikit sih. Masa cuma dua puluh? Saya bisa tulis lima puluh, atau seratus, atau dua ratus deh, lima ratus lima ratus.. hah seribu mau? Gak ah, dua puluh aja, saya suka banyak cerita jadi harap dimaklumi.
So here we go dude..

Knowing Every Particular Object


Bahasan ini gak begitu penting sih sebenarnya, hanya berlandaskan tingginya tingkat kepo yang saya punya akhir-akhir ini. Gak tau kenapa, saya jadi mau tau semuanya, iya semuanya. Saya ngaku.
Tapi gak sama semua orang juga sih, sama orang yang saya suka aja. Sangking keponya, saya bisa tiap hari nongkrongin sosmednya. Stalker? I'm a real deal #sigh.
Saya ngerasanya udah gawat sih, udah tingkat akut.

Berhubung orangnya gak tau saya kepoin, mungkin belum timbul masalah. Nah kalau ketahuan, mungkin dia bisa jadi ngerasa gak nyaman. Bukan mungkin lagi sih, tapi pasti. Saya juga pasti akan ngerasa gak nyaman kalau ada orang yang stalking saya terus setiap hari. Marah pun.

Abis gimana dong? Saya suka sama dia, tapi gak komunikasi setiap hari. Mau ngobrol setiap hari dengan dia saya juga gak enakan, ntar ganggu dia yang lagi kerja. Nah susahnya ya itu tadi, tingkat kepo saya yang udah akut. Saya selalu mau tau kegiatan dia setiap hari. Dia lagi ngapain, dia lagi sama siapa, dimana.. Aaghh kepo bener ya saya?!

Lekno Sakit


Hari ini Lekno tiba-tiba sakit. Sebenarnya bukan tiba-tiba juga. Udah sejak beberapa hari yang lalu, mungkin sekitar satu mingguan Lekno suka munculin pesan

Process system isn't responding
Do you want to close it?

Cuma ada dua pilihan jawaban, "ok" dan "wait".
Sebelum pesan ini muncul, sebenarnya saya juga udah menangkap gelagat Lekno sakit. Lekno bekerja lebih lambat dari biasanya, slow response. Terkadang saya harus menunggu satu menitan untuk menunggu konfirmasi dari dia. Saya udah nyoba kasi dia obat, bersihin hal-hal yang gak penting dari dia, hingga scanning kalau-kalau dia terserang virus. tapi Lekno tetap sama.

Beberapa hari yang lalu kalau pesan ini muncul, saya hanya menjawab "wait", lalu Lekno akan kembali bekerja seperti biasanya. Udah seminggu belakangan Lekno terus-terusan seperti ini kalau dia saya istirahatkan di malam hari, trus kami bangun bareng paginya. Lekno biasanya bangun duluan sambil nyanyi buat bangunin saya. Dia lagi suka-sukanya nanyi "Clean" Taylor Swift.

Saya udah nyoba buat cari penyebab sakitnya Lekno di internet. Kebanyakan sih kata mereka masalahnya ada di sistem operasi Androidnya, bukan Lekno yang salah. Cuma saya gak dapat solusinya juga. 
Pagi ini, saya gak tau juga apa mungkin saya yang gatel ya tangannya utak-atik dia atau gimana (saya cuma mau Lekno sembuh :( ), saya coba reboot dia. Saya berharap sakitnya bisa sembuh setelah proses ini, tapi ternyata Lekno makin parah.. T_T
Lekno terus-terusan restart tanpa henti. Saya coba matikan selama satu jam, trus dihidupin lagi tetap sama. Bahkan karena terus-terusan seperti ini, sekarang Lekno sama sekali gak mau bangun lagi T_T
Saya beneran sedih. Nulis ini mau nangis rasanya..
Saya mau nyoba hard reset, tapi saya takut hasil pekerjaan kami bakal hilang..

Mau gak mau, saya harus bawa Lekno ke rumah sakit. Semoga dia bisa cepat sembuh.
Baru beberapa jam Lekno gak bangun, saya sudah sangat merindukan dia..
Get well soon No..

Lima Lima Yengki Sierra


"Ooo ya Bu ya Bu.. Ya ya.. Oke Bu oke.. Nanti kami email ya Bu. Oke oke.. Terima kasih Bu..
Haaahh Kak Diisstt! Cerewet kali Ibu ini. Merepet terus diaa.."

"Emang kenapa?"

"Polisnya salah Kak. Rumahnya yang satu itu gak mau diperpanjang lagi asuransinya. Sementara polisnya udah diantar. Trus dia bilang yang ngantarin polisnya tadi salah kasi info premi. Jadi dia minta kita email perincian preminya ke dia.. Merepet aja dia Kak.."

"Ooh ya udah.. Email kan aja lo.."

"Iya Kak, aku direpetin sama dia.."

"Yah Paskah, nasabah itu kan raja. Mau gimana lagi kan? Jadi ya udah la biarin aja. Paskah kan orang Batak, masa lemah gitu? Hahah.."

"Iya Kak.. Aku gak terbiasa dibentak-bentak gitu. Di rumah kami gak pernah gitu. Makanya aku kalau ada orang yang ngomong bentak-bentak gitu aku gemetaran Kak, jadi gak enak langsung perasaan aku lo Kak.."

"Ahahah, saya juga sering kok dimarahi, bukan saya yang salah lagi.. Namanya juga kerja kan? Selama marahnya masih dalam jalur ya terpaksa diterima aja deh.. Itu si Ibu Kelly ya?"

"Iya Kak.."

Main Pilih (Lagi)


"Dist ayuk main.."
"Nanti ya DI. Aku lagi nyerang ini.."
"Ayuk, mainnya nanti aja.."
"Ntar ntar.. Dikit lagi ini. Banditnya udah mau mati ini.."
"Ayuk.."
"Isshh bentar kenapa.. Dikit lagi iniii.."
"Ayuk.."
"Iyaa sebentar lagii.."
"Ooh ok.."
"Aaahhh! Iya iyaa.. Ngambek, merajuk.. Truuss.. Gitu aja pun.."
"........"
"Heheh ampun-ampun.. Okey, mari kita main seeepuasnya, sepuas hati. Mau main apa DI?" -__-
"Main pilih!"

I Do Not Know Me Right Now


Kamu gak usah malu, kalau kamu gak pernah tau apa yang harus kamu lakukan ketika berada di path.
Saya juga begitu. 
Mungkin kita punya perasaan yang sama terhadap path. Perasaan cinta untuk tidur di sana..

Saya juga gak malu untuk ini, karena kamu mungkin juga begitu..
Ataukah hanya saya yang begitu?

-----------------------------------------------

Hate This


"Kak Kak polisi Kak! Ke kiri, kiri! Cepat!"
"Iya iya bentar!"
"Cepat!"

Oh, shit!

"Udah liat dia Ra! Udah ketahuan, gimana ni?! Turun turun!"
"Oke oke, Rara turun di sini!"

Oh God, temannya datang, gimana?!
Aku gak tau harus mikir apa. Isi kepalaku kosong ditambah kondisi jantung yang semakin memperparah keadaan. Denyutannya sangat menyiksaku. Aku mencoba kuat, tanganku gemetar.
Dia semakin dekat, sial!
Aku ingin kabur, lampu merah! Aku ingin bergeser ke samping lalu kabur, lalu lintas sedang padat. Tak ada ruang untukku bergerak. Ayo pikir, pikir! 
Aagghh dadaku serasa ingin meledak! Aku harus apa?!

#salam2jari dari Saya


Gak ada manusia yang sempurna. Saya, kamu, dia, mereka, kita semua, gak ada satupun yang sempurna. Kita semua punya kekurangan, punya kesalahan, punya sifat-sifat yang tidak/kurang baik, penuh kealpaan. Tapi, kita semua masih dan harus bisa membuka pikiran, mencari data/informasi yang sesuai dengan fakta, melihat sesuatu dari beberapa sudut pandang yang berbeda, agar bisa mendapatkan perbandingan, menganalisa permasalahan yang sebenarnya, mendiskusikannya dengan hati dan akal sehat, hingga pada akhirnya bisa menarik suatu kesimpulan atau mengambil keputusan yang benar, baik dan sesuai dengan pertimbangan akal sehat dan kemurnian hati.

Saya lagi ngomongin Pilpres yang sebulan terakhir benar-benar memberikan perasaan warna-warni buat saya. Kesal, senang, marah, bahagia, sedih, terkejut, terharu, semuanya campur aduk. Kata orang sih, kalau kita udah suka sama satu orang, bagaimanapun ceritanya, penilaian kita akan jadi subjektif (kebanyakan). Benar (yang saya rasa). Tapi, harusnya kita masih bisa kasi porsi untuk sisi objektifnya. Mmm, kali ini kayaknya saya agak pintaran dikit nulisnya.

Parah Sih..


Ini ramadhan ke 29 sejak saya dilahirkan. Mmm, I don't mind with that number. For your pleasure, I'm 29 years old. Umur kan bukan sesuatu yang harus ditutupi, gak bisa kita cegah juga nambahnya. Walaupun kadang saya heran juga sih, cepat bener saya tuanya. Perasaan baru aja kemarin saya lahir trus belajar jalan belajar ngomong (sok ingat), masuk SD sampai tamat SMA, kerja lalu tamat kuliah, hingga jadi jomblo yang belum nikah juga sampai tulisan ini saya muat *sigh
"Janda yang belum nikah jomblo juga kan DI?"
"Iya."
"Kok gitu aja jawabnya?"
"Aku lagi malas ngomong, puasa."
"Aku juga lagi puasa, tapi tetap ngomong tu.."
"....."
"Oke..  Aku cuma mau bilang aku bukan janda."

Satu Menit

Saya udah lama gak nulis sesuatu di sini. Kepala saya udah penuh sesak sebenarnya minta dikosongin. Bukannya gak mau, tapi saya memang gak sempat atau versi jujurnya, saya malas. Malas.
Kali ini saya sedikit memaksa diri saya untuk menulis ini, mumpung kejadiannya masih baru, masih panas, baru diangkat dari kuali, not from the oven, karena mama belum punya oven.

You know what? I am pissed off!
Sama siapa?
Saya juga gak tau jelasnya sama siapa. Sama semua yang berkaitan dan bertanggung jawab akan hal ini lah pokoknya. Mungkin kalau kamu tinggal di Medan, atau saat ini sedang pulang kampung atau lagi plesiran mengunjungi kota saya ini, kota terbesar ketiga di Indonesia (masihkah?) ini, kamu pasti tau kalau saat ini di beberapa ruas jalan di sini sedang mengalami perbaikan.
Bukan perbaikan ding, mmm, penggalian jalan untuk pemasangan pipa-pipa beton segede gaban yang katanya buat aliran air limbah. Saya sih dengarnya gitu, karena saya belum sempat tanya ke bapak-bapak yang lagi kerja.

Stupid!?

"Stupid!?
Stupid is, watching all your friends make plans for their futures and realising that you have none at all. No plans. No college. Nowhere to go. All I have here is my boyfriend and, and I have no idea what I am doing!"


I know it Rachel, I know. I can feel it too, cause I had been there, maybe mine was worst. You are lucky, still have Finn, your boyfriend, with you. I have none, nothing..
*sigh

 #rachelberryseason3episode11

Move On

Biar saya tulis di sini ya. Saya lagi suka-sukanya sama lagu ini. Coba dengerin dulu..




Enak kan? Buat saya sih enaakk!
Sebenarnya saya gak tau banyak lagu The Killers, cuma dua malahan. Mr. Brightside sama yang ini, Just Another Girl. Lagu ini sebenarnya juga gak sengaja ketemunya, waktu lagi acak-acak tumblr orang yang muat tentang Glee (FYI yang gak penting, saya lagi maruknya nonton Glee, baru nyampe season 2 episode 7, paling suka sama Rachel :D), ada lagu ini, coba didengerin, eehh enak sekaliii! Hahah, bahasanya.
Ada Dianna Agron nya juga! Makin sukaa!

Apa mau dikata, saya jatuh cinta sama lagu ini pada pendengaran pertama. Mulai dari bagian awal hingga reff pertama, lagu ini sukses buat telinga saya terbuai, mata saya menerawang jauh, hati saya menjerit, miris. Bagian seterusnya sukses buat saya jingkrak-jingkrak jejeritan, haahh.
Buutt, the most important part of this song which really touch me is the lyric. You know which part is it?
"DIII! Stop! Just shut up, close your mouth, don't speak, ok?"
Lagu ini membuat saya berpikir, jauh ke dalam hati saya. None of my friends had told me this, but this song.
Saya pikir saya sudah melakukannya dari dulu, tapi ternyata masih belum. Tanpa saya sadari, saya masih hidup dalam bayang-bayangnya. Suka atau tidak, harus saya akui dia masih tetap yang terbaik, I have no one else.. yet. It sucks sometimes.
Mata itu, punggungnya yang membelakangi saya, semua kenangan itu.. Saya belum mendapatkan penggantinya. Haaahh, life must go on right? So, as this song told me..

I SHOULD MOVE ON
He's just another boy
Don't let him stick it to my heart so hard

"Come on Dist, hold my hand, let's jump, enjoy this music!"

Lelah Tinggi

Ngantuk. 
Saya nguap terus dari tadi. Otak rasanya penuh sesak, gak tau apa yang harus saya pikirkan. Perasaan hati gak karuan, bosan, emosi tak terkendali. Kesalahan kecil bisa membuat saya serasa ingin meledak, semua terasa salah, haah.

People say, I'm tired. Sleep Dist, sleep..

I know, but I can't..
Saya memang lelah, benar-benar kelelahan dan parahnya saya gak punya waktu lebih untuk tidur, beristirahat. Poor me :(
Tapi yang saya tau dan sadari, jiwa saya yang lebih lelah dari raga ini. Batin saya sudah menjerit, meminta saya melakukan sesuatu untuknya. Hati tak lagi bisa diajak kompromi. Secara psikologis, saya mungkin sedang berada pada level 'sakit', halah bahasanya..
Orang sakit biasanya butuh obat, paling tidak untuk meringankan, kalau belum bisa untuk menyembuhkan. So do I.

You know what? For all those damn things, I just have to go to the bookstore, Gramedia. 
But still.. 

I CAN'T.
POOR ME, AGAIN.

Main Pilih

"Amir Khan atau Shah Rukh Khan?"
"Jangaaan (ˇεˇ)-c<´˛`”). Jangan yang ituu!"
"Gak bisaa, Pilih cepaat!"
"Jangaan laah DIII!"

"Tadi perjanjiannya apa?!" (" `з´ )_,/"(>˛<!)
"Iyaa! Tapii, aku tau kamu sengajaa kaan?!"  Щ(º̩̩́Дº̩̩̀ Щ)
"Suka-suka aku lah!"
"Curang!" (‾~‾“)
 "Hehh! Tadi perjanjian kita apa?! Memangnya tadi ada kamu batasi pilihannya?! Pokoknya tadi perjanjiannya, kita main pilih-pilih. Aku kasi kamu dua pilihan, kamu harus pilih satu! Gitu kaan?!"
"Aku pilih dua-duanya."
"Gak boleh!"
"Gak pilih siapa-siapa kalau gitu."
"Manaa bisaa!"
"Pas!"
(" `з´ )_,/"(>˛<!)
(¬_¬")

Masalah Ngetik

Pernah ngerasain atau pernah kejadian gak sama kamu, ketika kamu udah ngetik panjang-panjang berbaris-baris, sambil ngetik kamu senyum-senyum, ketawa-ketawa sendiri, geli gak menentu sama pikiran-pikiran mu sendiri, sambil sibuk cari emo yang pas buat mendukung ketikanmu, sambil membayangkan balasan lucu parah juga yang bakal kamu terima, ntah itu waktu sms, kirim pesan ke inbox atau chat? Eh, ternyaaataaa... balasan yang kamu dapat cuma satu kalimat cuek bebek! Iyaaa, satu kalimat apa adanya ajaaa, satu baris! Gak ada lucu-lucunya jugaaa! Or… the worst thing is you just got ‘OK’ from them!

Mau Makan Ajaa, Susaah

"Aduh.."
"Kenapa?"
"Kerupuknya nusuk ke gigi DI.. (_) sakiit.."
"Bagian pinggirnya yang keras itu?"
"Iya.."
"Tu la kan, orang sukak kali makan bagian yang pinggirnya dulu, yang keras, ntah apa gunanya.."
"Kok karena itu pulak?"
"Iya lah."
"Mana ada hubungannya!"
"Adaa laahh!"
"Gak ada!"

Obat Gigi

"Sakit kali Kak.."
"Sinilah Kakak beliin obatnya. Apa namanya? Amoxicillin ya?"
"Iya.."
"Harganya berapa?"
"Gak tau Kak, kalau gak salah Rp4.000"
"Ya udah.."

Junk Story

"DI, kamu liat gak?"
"Apa?"
"Itu.. Anak baru ke kamar mandi.."
"Trus?"
"Iiihh.. Dia barusan kan ke kamar mandi.."
"Iyaa! Trus kenapaa kalau dia ke kamar mandi?!"
"Dia ke kamar mandinya abis makan DI.."